Fakta Piala “Kuping Besar” Liga Champion

Final kejuaraan sepak bola bergengsi antar klub di Eropa memang sudah selesai. Tetapi euphoria dari kejuaraan tersebut masih terasa  hingga sekarang. Terlebih di kota Cardiff yang pada tahun 2017 mendapat kehormatan untuk menghelat Final Liga Champions 2017.

Fakta-Unik-Trofi-Liga-Champions-Si-Kuping-Besar

Di kota ini pula trofi “Kuping Besar” diberikan kepada sang penguasa baru benua biru tahun 2017 yang disematkan kepada Real Madrid setelah berhasil mengalahkan Juventus dalam Final yang diselenggarakan Minggu (04/06/17) di Millenium stadium. Trofi tersebut dipajang di Champions Fest yang diselenggarakan di Cardiff Bay.

real-madrid-kampiun-liga-champions-2015-2016-usai-menang-drama-adu-penalti-atas-atletico-madrid-KaZ2sOsepT

Acara ini selain memajang Trofi asli “Kuping Besar” tetapi juga menjual banyak merchandise original dari Liga Champions Eropa. hal ini tentunya disambut positif oleh masyarakat Cardiff karena meningkatkan pendapatan mereka, karena selain banyak pengiriman barang  dari luar kota yang nantinya dijual di Champions Fest, banyak turis yang datang untuk menyaksikan laga final sehingga banyak hotel yang penuh untuk menampung mereka.

Trofi “Kuping Besar” ini selain sebagai lambang penguasa benua Eropa juga memiliki banyak fakta yang jarang diketahui banyak orang. Berikut diantaranya,

  1. Hanya ada enam tim terbaik Eropa yang berhak menyimpan trofi asli Liga Champions di ruang piala mereka, yakni Real Madrid, AC Milan, Barcelona, Bayern Muenchen, Ajax Amsterdam, dan Liverpool.Sesuai regulasi yang diperkenalkan tahun 1968/1969, pemegang gelar juara lima kali atau lebih bisa membawa pulang trofi aslinya. Pengecualian untuk Ajax, mereka bisa menyimpannya karena pernah juara tiga kali berturut-turut.
  2. Perancang perhiasan asal Bern, Swiss, Jurg Stedelmann, dibayar 10 ribu Swiss franc atau Rp 136 juta lebih untuk mendesain ulang trofi Liga Champions pada 1967. Stedelmann mengatakan kalau pengerjaan piala ini seperti menyusun puzzle, permainan potongan gambar, karena sekretaris jenderal UEFA kala itu, Hans Bangerter ingin desain trofi yang baru bisa mewakilkan berbagai budaya di Eropa. Trofi ini terbuat dari perak murni sehingga dalam proses pembuatannya diperlukan bantuan jasa pengiriman untuk membawa bahan tersebut agar dapat diolah dan akhirnya dapat menjadi sebuah trofi.
  3. Sejak 2007, trofi Liga Champions diperlihatkan ke empat benua, yakni Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Indonesia berkesempatan ‘menjamu’ tur piala ini sebanyak tiga kali yakni 2007, 2013, dan April 2016 lalu. Pada rangkaian tur diperlukan bantuan dari jasa pengiriman barang untuk membawa piala karena tidak mudah membawa trofi tersebut dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu untuk menghemat pengeluaran, pengiriman murah jadi prioritas dalam tur.
  4. Trofi Liga Champions memiliki tinggi 73,5 cm dan lebar 46,5 cm. ‘Si Kuping Besar’ ini memiliki berat 7,5 kg.  Bila dirata-rata, tingginya sama dengan 22 kaleng bir Heineken. Oleh karenanya ketika membawa piala tersebut, diperlukan bantuan dari penyedia jasa pengiriman untuk membawa piala dari satu tempat ke tempat lain
  5. Mitosnya, pemain yang menyentuh trofi ini sebelum pertandingan tidak bakal membawa timnya juara. Hal ini pernah terjadi pada final 2005 antara Liverpool dan AC Milan.

Penyerang Liverpool Fernando Morientes memperingatkan rekan-rekannya agar tak memegang piala saat melewatinya di pinggir lapangan. Sedangkan gelandang Milan Genaro Ivan Gattuso malah menyentuhnya saat itu.

Percaya atau tidak, Liverpool berhasil menjuarai Liga Champions 2005 lewat adu penalti, ketika mereka tertinggal 0-3 lebih dulu di babak pertama.

crop_2670b9bff4b209215208632e52362e09.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s